STRAIN GAUGE

Deskripsi

Strain Gauge adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan atau berat suatu benda.

Pertama kali ditemukan oleh Edward E. Simmons pada tahun 1983.
Strain gage memanfaatkan sifat konduktansi listrik

Gaya yang diterapkan pada benda logam (ferit / bahan konduktif), selain menyebabkan deformasi bentuk fisik juga menyebabkan perubahan sifat ketahanan listrik objek.

Dengan menempelkan jenis material ke spesimen menggunakan perekat isolasi pada arus listrik, material tersebut akan menghasilkan perubahan resistansi dengan nilai yang sama terhadap deformasi bentuknya.

Strain gauge terbuat dari lembaran logam resistif tipis berbutir tipis (etced-foil) dan berbentuk grid - sebagai elemen utama (sensor) - dan dilapisi dengan sepasang membran sebagai pelindung dan isolator.

Kemudian sepasang lead-gauge dihubungkan ke kedua ujung elemen sensor.

Strain Gage yang Berguna
Untuk mengukur tekanan atau berat suatu benda, misalnya:
1. Digunakan pada berat berat digital.
2. Pengukuran pertumbuhan retak pada pondasi / dinding bangunan

Pengukuran Ketegangan (Ketegangan)
Pengukuran regangan menggunakan strain gauge dilakukan dengan menempatkan strain gauge pada rangkaian jembatan.
Dalam prakteknya, urutan pengukuran regangan tidak lebih dari satu milistrain (ex 10-3), oleh karena itu pengukuran tegangan memerlukan pengukuran yang sangat akurat dari perubahan resistansi yang sangat kecil. Misalnya: bahan yang memiliki stran 500 με, dengan pengukur 2 akan menunjukkan hambatan hanya 2 (500 x 10-6) = 0,1%, kemudian untuk pengukur bahan 120 Ω hanya mengubah resistansi 0,12 Ω.

Prinsip Kerja Strain Gauge
Ketika regangan terjadi pada spesimen yang telah di strain gauge, regangan disampaikan melalui basis gauge (isolatif) pada foil atau konduktor resistif dalam gauge. Hasilnya adalah foil atau konduktor halus akan mengalami perubahan nilai resistansi. Perubahan resistensi ini berbanding lurus dengan ukuran regangan.

Alasan Memilih Strain Gauge
Strain gauge hadir dengan menawarkan semua fitur fitur-fiturnya jika dibandingkan dengan metode lain.
Bentuk sederhana dengan massa dan berat yang dapat diabaikan dan ukuran kecil, sehingga tidak menimbulkan gangguan (gangguan eksternal) pada tegangan pada spesimen. Dapat digunakan untuk melokalisasi bagian evaluasi pengukuran karena jarak dari titik pengukuran pendek. Ini memiliki sensitivitas tinggi terhadap frekuensi sehingga dapat digunakan untuk melacak fluktuasi tegangan. Mengizinkan beberapa pengukuran pada banyak titik secara bersamaan dan diukur dari jarak jauh. Dengan output sinyal listrik, pemrosesan data (pengolahan data) menjadi mudah.

Namun, selain sejumlah keunggulan yang ditawarkan sebelumnya, strain gauge juga memiliki beberapa keterbatasan. Setiap pengukur regangan memiliki batasan dalam hal suhu, kelelahan, batas regangan, dan ketahanan terhadap pengukuran lingkungan. Semua batasan dari batasan ini harus diuji dan dipastikan sebelum strain gauge digunakan.